Minggu, 27 Oktober 2013

CINTA = ‘MEMBERI’



Maka saya katakan MENCINTAI adalah pekerjaan orang-orang HEBAT. mereka yang mau berkorban untuk cintanya. Pengorbanan yang tak sebatas pada harta, Jiwa, Raga, lantas?! Bahkan SATU DETIK waktu yang bergulir sekalipun harus kau berikan untuk makhluk bernama cinta ini. SEMUANYA, tanpa terkecuali !!!

Oleh sebabnya, Saya heran dengen mereka yang mengatakan cinta tanpa ikatan yang jelas (menikah), Bukankah artinya ketika pasangannya mengatakan “saya mencintai kamu” itu artinya saya ‘memberikan’ jiwa dan raga saya untukmu dengan ikhlas, ridho dan sepenuh hati?  Tak sampai disitu, cintanya pun berbalas “aku juga mencintaimu” --> (aku juga mau menyerahkan jiwa, raga ku untukmu). Jadi tak aneh sahabat, jika diluar sana banyak wanita yang maaf menyerahkan kehormatannya untuk pasangannya, karena menurut mereka, inilah bukti cintanya.
Maka ISLAM agama yang satu dan suci itu mengatakan bahwa “TIDAK ADA PACARAN SEBELUM MENIKAH”."Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).". Namun lagi-lagi cinta itu buta, tuli, bisu, bahkan dianggap kurang waras. bagaimana tidak? bagi mereka yang saling mencinta tahi ayam  akan terlihat bagai coklat yang lezat :p

Oh no…!!! Ternyata saya juga pernah ada diposisi itu ?! :’(
Hari ini, saya akan bercerita tentang ‘ketragisan’ cinta, bukan lagi layaknya sinetron,!!! Namun ini tentang sebuah fakta di depan mata.

1#
Mencintai sosok laki-laki berkulit sawo matang itu, bermula di akhir tahun 2011. Bisa dikatakan "Ukhibbuka min awwali yaumin araftuka..."(Aku mencintaimu dr sejak awal aku mengenalmu)” Percaya atau tidak, si akhwat mencintai sosok yang sering dia sebut ikhwan itu sejak “pertama kali melihatnya” . kebetulan sejak itu, mereka baru saling mengenal, padahal ada dalam satu atap kepengurusan. 
Hah? Sesingkat itu bisa langsung jatuh hati?!!! kok bisa ~,~
Ya.
Hingga pada akhirnya,
Merasa sudah saling kenal, kemudian dekat,
Ingin lebih, dan akhirnya
Mereka mengungkapkan perasaannya masing-masing. (Ikhwan-Akhwat juga manusia, bukan malaikat yg gak punya nafsu)

“Kenapa gak menikah aja?” mungkin sederetan pertanyaan ini akan menghampiri telinga si akhwat kala itu. Namun hingga saat ini belum ada jawaban pasti mengapa mereka tidak melangkah ke jenjang pernikahan yang diridhoi-Nya. Allahu’alam.
Hingga suatu saat, si Ikhwan memutuskan pergi meninggalkan semua kenangan bersama si akhwat,
Tak bisa berkutik apapun, karena kebetulan pada saat itu si akhwat masih harus menyelesaikan study-nya yang baru menginjak tahun ke-3 masa perkuliahannya.
Hingga akhirnya, si Ikhwan memutuskan untuk bekerja, dan pergi kesuatu tempat, yang sebenernya secara jarak tak terlalu jauh, namun yang membuat mereka jauh, karena keputusan yang mereka ambil untuk tidak saling berkomunikasi satu sama lain. Tragisnya, hingga bilangan bulan, bahkan tahun sang akhwat masih belum bisa menerima kenyataan pahit ini.

#2
Empat tahun bukan waktu yang sebentar, terlebih menanti sesuatu yang belum jelas akan berakhir bahagia, atau bahkan sebaliknya. (bak fatamorgana ditengah gurun). Namun kekuatan cintalah yang mengantarkan kakinya masih bisa tegak berdiri hingga saat ini. Laki-laki yang teramat Ia cintainya itu tak sediktipun memberi respon positif, bahkan tak jarang kata-kata yang teramat menyakitkan ia lontarkan pada peremuan ‘tegar’ yang mencintainya itu. Tak pantang meyerah, si perempuan pun beberapa kali menanyakan perihal ‘apakah si laki-laki merasakan hal yg sama’, namun boro-boro jawabannya seperti yg diharapkan, malah berbalas oleh sebuah statement yang benar-benar 'banci' (versi saya) Benar-benar tak pantas diucapkan karena cinta  adalah anugrah terindah dari-Nya, dan itu milik siapapun hamba di muka bumi ini. kata-katanya kurang lebih seperti ini “saya gak suka kamu suka sama aku”. Hek' Sayapun, yang sedari tadi menyimak ceritanya, merasa teramat perihh mendengarnya, apalagi dia (teman saya?)...!!! :'(
Argggh,
Rasanya saya sudah nangis darah, jika ada diposisi dia.
Namun ketegarannya telah melebihi kekuatan karang dilautan,
Dan sekarang, dia pun nampaknya masih menaruh harapan pada laki-laki pujaannya itu,
Meski terkadang sesekali dia mengatakan “laki-laki itu sudah mati, laki-laki itu sudah mati”.


#3
Lagi lagi tentang perjuangan CINTA.
Kali ini tentang keberanian seorang ikhwan yang mengungkapkan perasaannya pada sang pujaan, bukan hanya sekali, bahkan lebih. “Karena harapan itu masih ada’, itulah kalimat yang terlontar kala kakinya mulai lemah melangkah. ‘jalan’ yang berbeda sepertinya menjadi salah satu penyebab penolakan itu terjadi, meski memang pada akhirnya, tujuan yang akan mereka capai bermuara pada titik yang sama. lama berjuang, rasanya telah banyak menggoreskan peluh dihatinya.
Hingga kalimat kepasrahan ini meluncur dari bibir sang ikhwan,  “Karena saya bukan bagian dari kalian”
Terenyuh saya mendengarnya.
saya menangis kala itu, karena tak banyak yang bisa saya lakukan untuknya.
Alloh, sayangi mereka…
berikan saya, juga mereka jalan TERbaik menurutmu.


Hah,
Mengelus dada, dan sesekali meneteskan air mata saat teringat akan hal itu…
Problematika manusia, memang bukan melulu tentang cinta,
Namun semua akan terasa indah jika cintanya juga beralur indah dalam skenario hidupnya.

Saya salut dengan mereka-meraka yang saya katakan adalah orang-orang hebat, karena buktinya mereka masih bisa tersenyum, meski terkadang hambar terasa, atau bahkan kecut, tapi setidaknya ada usaha disana.
Memang akan sangat banyak sekali cerita tentang cinta,
Bahkan jika dituliskan dalam sebuah buku sekalipun, rasanya tak cukup untuk menguak rahasia tentangnya.

Saya hanya berharap,
Untuk diri saya, kamu,dan semua yg masih memiliki cinta,
Mohon untuk tidak menyakiti !!! terlebih jika berada  diposisi yang dicintai
Karena diposisi ini tidak jauh lebih berat perjuangannya dari orang-orang yang berada diposisi mencintai.
Karena tahukah engkau,
Dialah Allah yang Maha membolak-balikan hati,
Bisa dengan seketika Dia membalikan perasaan itu jika Dia berkehendak.

"Ya Allah, aku sungguh tanpa daya. Aku sungguh tak ada kuasa. Aku sungguh teramat lemah. Maka selanjutnya, langkah kakiku, biar Kau yang melangkahkan. Gerak hatiku, biar Kau yang mengilhamkan. Ucapan serta perbuatanku, biar Kau yang menggerakkan. Cukup jadikan aku seperti apa yang Kau mau. Aku berpasrah pada titahMu. Jadikan aku pribadi yang lebih baik. Jadikan aku semakin bermanfaat bagi banyak orang dengan memaksimalkan segala anugerah yang Kau limpahkan padaku." 

Allahu’alam
Pelajaran berharga hari ini, #SemuaTentangCinta 27-10-2013

Kamis, 24 Oktober 2013

Mencari spirit yang hilang


Sebuahh Kutipan dari Ustadz Rahmat Abdullah
(Foto diambil dari blog permata kebaikan)

Aku rindu zaman ketika halaqoh
adalah keperluan,
bukan sekedar sambilan apalagi
hiburan …

Aku rindu zaman ketika mambina
adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan
paksaan …

Aku rindu zaman ketika dauroh
menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi
program yang dipaksakan …

Aku rindu zaman ketika tsiqoh
menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi
kecurigaan …

Aku rindu zaman ketika tarbiyah
adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan
obyekan….

Aku rindu zaman ketika nasihat
menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau
menjatuhkan …

Aku rindu zaman ketika kita
semua
memberikan segalanya untuk
da’wah ini …

Aku Rindu zaman ketika nasyid
ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…

Aku rindu zaman ketika hadir liqo
adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …

Aku rindu zaman ketika malam
gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …

Aku rindu zaman ketika seorang
ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh
da’wah di desa sebelah …

Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis,
buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah
sedikit hafalan …

Aku rindu zaman ketika binaan
menangis
karena tak bisa hadir di liqo …

Aku rindu zaman ketika tengah
malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di
subuh harinya …

Aku rindu zaman ketika seorang
ikhwah
berangkat liqo dengan uang
belanja esok hari untuk
keluarganya …

Aku rindu zaman ketika seorang
murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan
mengumpulkan dana apa adanya


Aku rindu zaman itu …

Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan
berda’wah dari hati-hati kami …

Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di
jalan da’wah ini …

KH RAHMAT ABDULLAH

Note Penggugah...

Jam laptop menunjukan pukul 11. 20 PM
24 Oktober 2013.

Gue, yang sedari tadi (ba'da isya) buka laptop, pasang modem, berencana mau sedikit nyicil pembahasan penelitian yang tak kunjung nambah. beberapa jam berlalu, datanglah sahabat gue, si "BOSEN", alhasil gue cari hiburan, yang terkadang malah lebih lamaan ngenetnya kalo udh browsing. awalnya backsoundnya murotal, tapi gak lama gue ganti sama lagu nasyid (bosen lagi)
pas gue buka jejaring 'pesbuk' eh nampaklah sebuah note hidayah, hahah,
loh kok bisa?!!!
iya.
jadi gak sengaja gue liat note orang, entah siapa penulisnya gue gak kenal, tapi tulisannya keren abis sumpah, gak pake boong. awalnya gue gak berniat kepoin, tapi kalo udah nampak didepan mata, rasanya gatel kalo gak dibuka :p
judul note-nya "Ini PR (CINTA) saya, Ustadzah".
baru baca satu bait, langsung kepikiran, kayaknya kalo diiringi sama backsound yang agak melow bagus nih, apalagi gue yang melankolis, cucok kayaknya.
gak lama gue buka media player, trus gue puter lagu Star Five yang judulnya "Tersesat dalam dosa",
beuh, ngena banget deh, pas banget sama tulisan yang gue mau baca, (padahal gue belom tau sepenuhnya isi note-nya) :D
Ditengah perjalanan, gak kerasa gue netesin air mata, untung gak kena keyboard laptop,
langsung gue elap pake tangan.
Hiks... :'(
tulisannya bagus...
gue banget,
kebetulan selama ini gue emang ngerasa lagi jauh sama Alloh,
gue lagi jatuh cinta. tapi entah sama siapa (parah kan?)
hiks hiks hiks... tambah dereslah gue nangis, untung temen-temen kosan udah pada tidur, jadi gak ketauan kalo gue cengeng.

Ada banyak kutipan kalimat yang bikin hati nyess,
dingin, sedingin suasana malam ini,
nampar banget,
jadi yang gue bisa simpulin dari tulisan itu, & gue disana disadarin KEMBALI, kalo emang begitu banyak hamba-hamba Alloh di zaman dahulu terutama, yang emang bener-bener mempersembahkan CINTA untuk Alloh nya tuh TOTALITAS banget, gak ada istilah dibagi, apalagi dikurangi, meski cuma itungan sebutir debu.

ya Alloh, makin dereslah air mata gue,
 
pengen rasanya ngehapusin semua orang-orang yang ada diotak gue pada saat itu,
trus gue ganti sama nama Alloh, nama Alloh AJAH, gak ada yang lain.

terakhir
paling terrenyuh sama kutipan yang ini,

"Saya pernah menonton Film yang berjudul “Cin(t)a”, saat itu, saya tengah KKN di Papua. Film ini bercerita tentang kisah cinta seorang perempuan muslim dengan Laki-laki yang beragama Kristen. Keduanya dalam kondisi yang galau, karena cinta mereka terhalang oleh Aqidah.  Berikut salah satu percakapan yang saya ingat, kurang lebih seperti ini (*saya lupa teks aslinya)
Perempuan       : Apakah saya harus menjadi sepertimu (Kristen), agar bisa bersamamu?
Laki-laki          : Jika Tuhan saja berani kau khianati, Apalah artinya aku yang tidak bisa memberikan lebih banyak dari apa yang Tuhanmu beri kepadamu?"

*gue gak kuat bacanya.







"Bukankah segala alasan atas hidup ini adalah ALLAH?"





Jumat, 18 Oktober 2013

Hidup nggak melulu TENTANG AKU & BAGAIMANA AKU



Dewasa ini persaingan memang terasa begitu mencengkik,
seolah dunia mengatakan, siapa yang kuat, maka dialah yang bisa bertahan hidup.
media yang menggurita,
jebakan megalomania tak dijadikan risau dalam diri,
bahkan tak jarang merasa dirinya menjadi Tuhan,
Naudzubillah...

Saudaraku,
hidup nggak melulu tentang aku dan bagaimana aku,
tapi lebih dari itu,
Tentang hubungan Tuhan dengan dirimu yang satu.
silahkan menyingkab kembali tabir dari tabiatnya manusia diciptakan,
tak lain untuk menyembah & beribadah pada Tuhannya,
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Ad-Dzariyat :56)
juga menjadi khalifah di muka bumi ini, bukan hanya khalifah untuk dirinya,
namun juga untuk alam sekitarnya.
oleh karenanya paksalah matamu untuk melihat dunia ini, maka dapat dipastikan engkau pasti akan terbelalak tercengang !!!
meringis menangis sendu,
atau bahkan menyinyir saat mencium begitu busuknya bau kebohongan yang kian merajalela.
kemunafikan tercecer dimana-mana,
hingga tak ada lagi kata keadilan yang terlihat dengan kasat mata.

Hidup nggak melulu tentang aku.
bahkan kekasih-Nya dipenghujung nafasnya tak lain menyebut-nyubut "Ummati...ummati"
mungkin saja tak ada kalimat yang lebih Ia harapkan melainkan dapat melihat umatnya hidup diatas tauhid kapada Sang Pencipta.
bisakah kita seperti sosok Baginda Rosul?
atau pertanyaannya dialihkan,
masih adakah saat ini dimuka bumi ini yang lebih memikirkan tentang 'selain aku' ???
peluang jawaban memang tak pernah bertambah, juga tak pernah berkurang,
yang ada hanya :
ADA atau TIDAK ADA
MAU atau TIDAK MAU
IYA atau TIDAK
BENAR atau SALAH,
BERGERAK atau DIAM
DOSA atau AMAL,
SYURGA atau NERAKA.

karena hidup adalah pilihan, maka kata sambung yang dipakai adalah ATAU, bukan kata DAN.





Kamis, 10 Oktober 2013

NIKAH MUDA, why not?



Diujung kamar mungilnya, terlihat seorang akhwat berkerudung coklat sedang sibuk memandangi laptopnya, nampaknya Ia sedang mengerjakan banyak tugas, terlihat dari tumpukan buku berdiameter terbal yang berada disampingnya…
Beberapa menit kemudian, ponselnya berdering (tituttitutitut) tanda sebuah message singkat masuk, entah dari siapa, namun yang pasti Hana (panggilan akhwat manis yang menyukai warna coklat ini) bergegas pergi keluar kamarnya setelah memasukan semua barang-barangnya kedalam tas ransel berbahan kulit itu.
Sesampainya di kampus, Ia langsung disambut hangat oleh audience yang nampaknya sudah cukup lama menunggu kehadirannya. Ya, Hana adalah seorang Mahasiswi tingkat akhir plus yang tak kunjung lulus. Kini Ia diundang dalam acara salah satu LDK yang ada dikampusnya guna menyambut perayaan hari Valentain yang akan berlangsung beberapa hari kedepan (baca : tuker coklat). Nama Hana memang sudah banyak tercium hangat dikampus, keahlian public speaking-nya tak lagi diragukan, kepiawaian dalam memadukan kata-kata menjadi sebuah bait puisi hingga terdengar syahdu ditelinga sudah lama pula Ia lakoni, “karena cinta telah membuat saya begini” ujar Hana saat diwawawancarai.
Diacara ini Ia diundang sebagai pembicara dengan tema “Sikap cantik menghadapi hari Valentain”…
Acara yang hanya berdurasi kurang dari 50 menit itu memang cukup menyisakan banyak pertanyaan dibenak para audience, terutama untuk mahasiswi yang baru menginjakan kakinya dikampus itu. Keseriusan pun terlihat dari raut wajah mereka saat menyaksikan penampilan hebat dari pembicara, kebutulan diawal Hana diamanahi oleh salah satu panitia mempersembahkan sebuah puisi maha karya terbaiknya nya yang kini telah masuk dalam salah satu  Koran terbaik di Indonesia.
Tak kalah menarik, diakhir kalimat penutupnya, terselip kutipan yang begitu ‘menampar ’ bagi mereka yang merasakannya…
“Banyak pertanyaan yang kerap kali menghampiri telinga saya : “Mba kok bisa sih jadi Duta NIKAH MUDA, padahal kan Mba belum menikah?” “Mba memangnya tidak berat menyandang title duta itu, bukannya pertanggung jawabannya pun berat?” atau blab la bla… dan lemparan senyum adalah kode awal dalam setiap jawaban saya : saya faham betul apa yang mereka tanyakan terkait Duta NIKAH MUDA yang kini menempel dalam diri saya, saya setuju sekali ketika ada pepatah yang mengatakan, ‘bukankah orang akan lebih percaya dengan tindakan dibandingkan hanya dengan sebuah ucapan? Bahkan 1000x ucapan akan terhapuskan hanya dengan SATU kali pembuktian?’ Yap,, that’s right, very very right, and I am agree with it. tapi bukankah pengalaman itu bisa kita perolah dari mana saja? Mesti kah semuanya berawal dari diri sendiri? Tak bolehkan saya membaca dari pengalaman orang lain, buku, media-media yang semakin canggih, atau yang lainnya? apakah seorang Duta rokok Ia juga HARUS dan WAJIB menjadi seorang pecandu rokok? Saya fikir tidak. Oleh karena itu banyak alasan saya menerima ketika saya dinobatkan menjadi Duta NIKAH MUDA, karena hemat saya alangkah baiknya ketika seseorang lebih awal mempersiapkan payung sebelum hujan turun, bukan begitu? “
Dan akhir sesi  Tanya-jawab pun dipenuhi dengan applause dari penonton.
Bersambung…



Rabu, 09 Oktober 2013

Biarkan cantikmu karena HIJAB



“Yuk Berhijab..”
“TAPI Ustadz saya masih belum siap nih!”
“Yuk Berhijab..”
“NANTI aja deh nunggu hatinya dihijab dulu”
“Yuk Berhijab..”
“NANTI deh kalau udah lulus, terus kerja, gaji 30 juta per bulan, punya suami kaya raya, anak yang lucu-lucu, rumah mewah, mobil keren, kapal pesiar, keliling dunia, naik haji….bla bla bla”
Inalillahi wa inna ilaihi rad’jiun (Baca : meninggal sebelum berhijab).
***
Pernah denger perbincangan di atas? Saudara? Tetangga? Teman dekat? Atau malah kita sendiri?!
Sodara, kelihatannya memang sepele, namun tentu dibalik itu semua Allah akan selalu menyelipkan sebuah hikmah atas  semua perintah-Nya, maka seorang muslimah yang baik, ketika mendengar firman Allah/ sabda Nabi Saw Ia akan senantiasa mengatakan sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami taat).
Hingga suatu ketika pernah dibenak saya terbesit pertanyaan “lah kenapa sih cuma perempuan/akhwat  aja yang paling digembor-gemborkan tentang penting dan wajibnya menutup aurat? Lantas bagaimana dengan kaum laki-laki yang tak sedikit saya lihat diluar sana yang tidak menutup auratnya dengan sempurna? Bukannya sama saja?!!!”
Sedikit terjawab ketika saya membaca sebuah buku tentang HIJAB  yang tak sengaja saya beli dari sebuah toko  buku,. Awalnya bukan karena judulnya yang bagus, namun jujur dari warna cover bukuny yang mencolok .
Disana tercantum sebuah kutipan yang sangat menyentuh bagi saya,:
“Coba pikir, kenapa ada Miss Universe, tapi tidak ada Mr. Universe? Jawabannya jelas, karena perempuan tidak terlalu tertarik dengan lelaki berko**r, lalu pamerkan gumpalan-gumpalan otot hyperplasia-overgrowth-abnormal mereka sambil bergaya aneh, atau menonton para lelaki di kolam renang sambil pamerkan CD (Celana Dalam)
Ugh!!
It’s Disgusting
Miss Universe menjadi menarik karena lelaki senang menonton wanita, melihat lekuk tubuh wanita. Disitulah kepuasan mereka dan kesempatan bagi mereka untuk membayangkan hal-hal yang sungguh tak pantas. Wanita akan bergidik ngeri seandainya akal lelaki dihubungkan ke layar untuk ditonton”
Oke baiklah, memang  pada umumnya lelaki terlahir memiliki nafsu yang lebih besar dibandingkan perempuan (berdasarkan penelitian à lupa baca dimana), namun hemat saya, tentu dibalik itu semua ada peran wanita disana, sehingga timbul-lah sebuah AKSI & REAKSI. Kucing mana yang tak mau diberi ikan? Ikannya ‘seger’ pula, gratis pula…
“Dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau Ayah mereka, atau Ayah suami mereka, atau putra-putra suami mereka… ( QS. An-Nur : 31)”.
Dan perlu kita ketahui juga, bahwa HIJAB adalah identitas wanita muslimah, HIJAB ditunjukan untuk menutupi perhiasan wanita dan melindungi keindahannya, bukan justru menjadi perhiasan baru atau pengganti keindahan. So, jangan lupa untuk meluruskan niatnya ketika memutuskan untuk berhijabà (Lillah).
Dear…
Untuk semua kaum perempuan yang ada diluar sana, dari Sabang sampai Merauke, di Indonesia, maupun diluar Indonesia,  tahukan engkau, dirimu begitu BERHARGA. Dan hanya orang-orang yang berani dan bertanggungjwablah yang mampu membayar harga itu untukmu. Maka berikanlah pada yang HALAL. Berikanlah semua pada suamimu kelak, bukan suami-suami orang. (Naudzubillah).




Me and Endah Chan ^,^
Kamis, Bogor, Bumi Allah.
10 Oktober 2013
Sebuah Catatan kecil Sofia Hanum.







Selasa, 01 Oktober 2013

Pake HIJAB? Yuk mariii... ;)

Yummie : Saya nggak mau hijab! hijab kan kuno
Ustadz : Lha, coba lihat itu zamannya Flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake hijab.

Yummie : Tapi kan itu hal yang kecil, kenapa sih hijab harus dipermasalahkan?
Ustadz : Yang besar-besar itu semua awalnya dari hal kecil yang diremehkan.

Yummie : Yang penting kan, hatinya yang baik, bukan dilihat dari hijabnya, dan fisiknya!
Ustadz : Trus ngapain salonan tiap minggu? Make up-an itu kan juga fisik?

Yummie : Pakai hijab kan belum tentu baik?!
Ustadz : Betul, yang berhijab aja belum tentu baik, apalagi yang... *isi sendiri.

Yummie : Saya kemarin liat ada yang berhijab, tapi malah nyuri !
Ustadz : So what? yang nggak hijab aja banyak yang nyuri, nggak ada korelasinya kalii.

Yummie : Artinya, lebih baik yang dihijab hati dulu, buat hati dulu jadi baik.
Ustadz : Yap, ciri hati yang baik adalah kerudungin kepala dan tutup aurat secara penuh dengan jilbab.

Yummie : Kalo berhijab masih maksiat gimana? dosanya malah dobel kan?
Ustadz : Berhijab dan maksiat dosanya 1, kalo nggak berhijab dan maksiat dosanya malah 2. pilih mana? pilih berhijab dan nggak maksiat dong. :D

Yummie : Berhijab itu buat aku nggak bebas!
Ustadz : Oh, berarti lipstik, sanggul, padu-padan busana, harus sesuaikan dengan mode plus abisin duit ke salon itu membebaskan ya?

Yummie : Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstremis!
Ustadz : Nah sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrem dalam membantah Allah!

Yummie : Kalo aku pake hijab nggak ada yang mau sama aku!
Ustadz : Banyak yang sudah berhijab dan mereka nikah, kok.

Yummie : Kalo suamiku nggak suka gimana?
Ustadz : Berarti dia tak layak. Bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur?

Yummie : Susah cari kerja kalo pake hijab!
Ustadz : Lalu membantah Alloh demi kerja? Emang yang kasih rezeki siapa, sih? Bos atau Alloh? dan Bosmu bisa nggak kasih gaji yang bisa beli surga?

Yummie : Kenapa sih agama cuma diliat dari kerudung dan jilbab?
 Ustadz : Sekulerisme malah melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh.

Yummie : Aku nggak mau diperbudak pakaian Arab!
Ustadz : Ini simbol ketaatan kepada Allah, justru orang Arab dulu nggak pake kerudung dan jilbab.

Yummie : Kerudung-Jilbab cuma akal-akalan lelaki menindas wanita
Ustadz : Perasaan yang adain Miss Universe lelaki deh, yang nikmati juga lelaki. Yang larang jilbab di Prancis juga lelaki.

Yummie : Aku nggak mau dikendalikan orang tentang apa yang harus aku pake!
Ustadz : Sayangnya sudah begitu; TV, majalah sinetron, kendalikan fashion-mu dan apa yang harus kamu pake.

Yummie : Kerudung kan bikin panas, pusing, ketombean?
Ustadz : Jutaan orang pake kerudung nggak ada keluhan begitu, mitos aja.

Yummie : Apa nanti kata orang kalo aku pake hijab?!
Ustadz : Katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen...

Yummie : Kerudung dan jilbab kan nggak gaul?!
Ustadz : Lha, Mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah? "-_-

Yummie : Aku belum pengalaman pake hijab!
Ustadz : Pake hijab itu kaya nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul.

Yummie : Aku belum siap pake kerudung!
Ustadz : Kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum Dear...

Yummie : Mamaku bilang, jangan terlalu fanatik,
Ustadz : Bilang ke Mama dengan lembut bahwa cintamu kepadanya dengan menaati Allah penciptanya.

Yummie : Aku kan nggak bebas kemana-mana, nggak bisa nongkrong, clubbing, gosip kan malu sama baju!
Ustadz : Bukankah itu perubahan baik?

Yummie : Itu kan nggak wajib dalam islam?
Ustadz : Kalo nggak wajib, ngapain Rasulullah Saw. Perintahin semua Muslimah nutup aurat?

Yummie : Kasih aku waktu supaya aku yakin kerudungan dulu.
Ustadz : Yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh.

Yummie : Kalo belum panggilan Allah? :)"
Ustadz : Allah bahkan udah perintahkan, bukan hanya manggil !!! kita aja kadang nggak mau denger!.

Dikutip dari Buku "Yuk Berhijab" By Ustadz Felix Siauw.
*Jangan ngeyel kaya Yummie yaaa :p hehe