Selasa, 23 April 2013

MENGAPA KAMU MENCINTAIKU



::: MENGAPA KAMU MENCINTAIKU :::

Bismillah ..Pernahkah bertanya pada kekasih atau suami, "kenapa kamu mencintaiku?" Setidaknya 3 dari 5 orang pernah menanyakan hal ini pada kekasih atau suaminya. Dan, jawaban yang diperoleh tak selamanya r
omantis, kan? Bahkan sebagian besar pria malah meresponnya dengan gemas, "tak cukupkah kehadiranku menjawabnya?"

Berikut adalah sebuah kisah yang dititipkan o
leh para pria tentang cinta mereka...
Suatu hari, seorang pasangan kekasih sedang berjalan-jalan di taman. Dipetiknya sebuah bunga yang cantik oleh si pria dan diberikan kepada kekasihnya, "ini untukmu sayang." Di luar dugaan, kekasihnya justru terdiam. Tak berapa lama kemudian ia bertanya pada kekasihnya?

Wanita: Kenapa kau menyukaiku? kenapa kau mencintaiku?

Pria: Aku juga tidak tahu alasannya. Tetapi aku sangat menyukaimu, aku mencintaimu, sayang.

Wanita: Kamu jahat. Kamu bahkan tidak bisa menyebutkan satu alasanpun mengapa kau menyukai aku. Kalau suatu saat nanti ada yang lebih cantik dari aku pasti kau akan meninggalkan aku. Bagaimana bisa kau bilang kau mencintaiku jika kau tak tahu alasannya?

Pria: Aku benar-benar tidak tahu alasannya, sayang. Tetapi, bukankah perhatian, kasih sayang dan kehadiranku di hidupmu sudah menjadi bukti cintaku?

Wanita: Bukti apa? Semua tidak membuktikan apapun. Aku hanya butuh alasan, kenapa kamu bisa menyukaiku? Kenapa kamu mencintaiku?

Pria: Baiklah, akan kucoba cari alasannya. Eum... karena kamu cantik, kamu punya suara yang indah, kulitmu halus, rambutmu lembut... Cukupkah alasan itu?
Kekasihnya kemudian mengangguk, dan menerima bunga itu dengan senang hati.

***
Beberapa hari kemudian, sebuah kecelakaan menimpa wanita tersebut. Ia harus kehilangan rambutnya yang panjang dan lembut karena terjepit dan terpaksa harus dipotong. Ia juga harus kehilangan suara dalam beberapa waktu karena pita suaranya terbentur keras. Kulitnya yang dulu halus mulus kini terpapar beberapa jahitan. Ia terbaring tak berdaya.

Di sampingnya ada secarik surat. Iapun membacanya.
"Kekasihku,
Karena suaramu tak lagi semerdu dulu, bagaimana aku bisa mencintaimu?
Dan karena rambutmu kini sudah tak panjang dan lembut lagi, aku tak bisa membelainya. Aku juga tak bisa mencintaimu.
Apalagi kini banyak jahitan di wajahmu yang dulu mulus.

Jika benar cinta itu butuh alasan, kurasa aku benar-benar tak bisa mencintaimu lagi sekarang.
Tetapi....
Cintaku bukan cinta yang palsu.
Cintaku kepadamu tulus. Aku menyukai dirimu yang apa adanya. Aku tidak jatuh cinta karena kau punya suara yang merdu, rambut yang indah serta kulit yang mulus. Aku mencintaimu tanpa alasan apapun.
Sampai kapanpun, aku tetap akan mencintaimu. Sekalipun nanti rambut putihmu mulai tumbuh, kulitmu mulai menua dan keriput, aku selalu mencintaimu.
Menikahlah denganku..."

Cinta tak pernah membutuhkan alasan. Ia juga akan tetap hadir secara misterius. Datang tanpa pernah diduga sebelumnya. Percayalah akan kekuatan cinta, karena kau tak pernah tahu seberapa besar ia akan membuat hidupmu bahagia.

"Terenyuh baca cerita diatas, ternyata eh ternyata yaaah,
banyak diluar sonoh noh, yang cerita CINTA nya dahsyat banget...gue iri jadinya. (eh gak boleh iri) :D

Rabu, 03 April 2013

Nutrijell gue...

Kenangan bersama sidia, (nutrijell)...selalu indah. :p
mungkin untuk sebgaian orang menganggap biasa pas dengar kata nutrijell yang cuma terbuat dari campuran rumput laut dengan bahan lainnya.tapi buat gue BEDA!!, yang kadang suka senyum2 sendiri kalo inget hal itu. heheh

Yap, makanan pencuci mulut ini bukan cuma ngegemesin dari segi bentuk, rasa, tapi juga udah jadi sahabat baik gue. lho?? gimana ceritanya...? mau tau?
 Jadi gini...
gue tuh kalo mau ngasih orang sesuatu, entah itu tanda terimakasih gue sm tuh orang, atau cuma iseng2 doang karena gue lagi rajin masak (tapi kalo yg ini kemungkinannya kecil) atau ada satu lagi, KARENA ada sesuatu yg gak bisa gue sebutin alasannya disini. maap yaa....
yah jadi itu alasannya kenapa kali ini gue angkat judul tentang nutrijell. :)
 

 Tapi ternyata, gak semua sesuai harapan, bahkan untuk suatu waktu, gue udah bela2in buat, dengan sepenuh jiwa dan perasaan gue, malam2 lagi buatnya, tapi alhasil... gue gak bisa ngasih nutrijell buatan ala Chef Hanum itu sama orang yang gue mau kasih.

Tapi gak apa2 lah...
yang penting tuh nutrijell udah bikin banyak orang seneng, hehe (karena buatan gue kan enak)
meski ada sediikiiit KECEWA.
BYE...

Senin, 01 April 2013

Allahku, ane belom naik kelas ya??

kayak anak SD yang ngerengek sama emaknya karena ujiannya masih itu2 aja.
yap, mungkin itu yang skrg gue rasain gan...
gue yakin banget orang lain gak mungkin bisa ngerasain sedalam apa yg gue rasain sekarang, udah campur aduk deh.
disela2 penelitian yang entah selesainya kapan, (tp gue tetep optimis lulus thn ini) aamiin, kuliah, ngasprak, ngajar, asistensi, dan kegiatan diluar yg gak gue duga2...:(
oke baiklah. sekarang gue mau cerita, mau curahin unek2 gue yang udah bener2 ganggu pikiran gue, gue gak salahin keadaan, terlebih nyalahin Allah, naudzubillah, tapi gue juga bingung jadi siapa dong yg salah??! gue?? (mungkin iyaaa).

JUJUR, gue lagi mikirin orang, tapi gue  gak yakin orang itu mikirin gue. kenapa kegalauan ini sering mendera gue diakhir2 semester terakhir kaya gini??? apa ini yg dimaksud fase dewasa?? ah masa iya??
gue mau nangis terus kalo kepikiran itu. ya Allah tabahkan...gue gak mau berat badan gue turun gara2 mikirin kaya peginian?? tapi, mau gak mau, teteeep aje kepikiran. hiks...
mama....pengen balik ke masa anak kecil lagi, yang gak mikirin berat2 kaya sekarang.

emang siih ini bukan utk yang pertama kalinya, (maksunya rasa sukanya), tapi tetep aja ya cengeng, padahal harusnya udh expert dong nanganin masalah kaya gini,
tapi...
tapi gan, tau gak?
hati gue lembut banget, paling sensitif deh kalo udah temanya si merah jambu ini.

gak mau panjang2 ah curhatnya, maluuuu...
yang penting udah sedikit ngeringanin beban didada. closing gue punya kutipan bagus nih dari FIMADANI.COM..

"Apabila ada satu tema yang tidak pernah habis diceritakan dari mulut ke mulut, dinyanyikan dalam lagu-lagu, dikisahkan dalam berbagai novel, diekspresikan dalam puisi dan tari, dilantunkan dalam doa-doa, dan menyala-nyala di setiap hati manusia, maka itu ADALAH CINTA.
Apabila ada energi manusia yang lebih dahsyat dari tenaga nuklir, lebih riuh dari halilintar, lebih menyala dari api, lebih sejuk dari embun, lebih tenang dari danau, maka itu ADALAH CINTA.
Apabila ada drama manusia yang melibatkan kerinduan yang mencekam, kebimbangan yang menggamangkan, kasih sayang yang terdalam, kecemburuan yang membakar, kesetiaan yang tak terusik, kebersamaan yang tak terpisahkan, kesendiriaan dalam kerinduan, maka itu ADALAH CINTA."


Sabtu, 26 Januari 2013

Short Story for Today... "About Me"

Masa-masa liburan kaya sekarang ini, rasanya jarang banget gue nemuin orang yang gue kenal, entah itu temen kost’an, temen departemen, atau temen yang lainnya.
Tapi siang tadi disebuah warung makan, gue ketemu sama temen gue yang SEANGKATAN, udah lama banget gak ketemu dia. Terjadilah perbincangan singkat itu, panggil saja MAWAR..
Gue : eh Mawar, kok gak pulang, lagi penelitian ya... (dengan santainya dihiasi senyuman manis dibibir) *soalnya yang gue tau, temen2 gue yang gak pulang itu, rata-rata karena emang mereka lagi ngurusin penelitiannya.
Mawar : engga kok.
Gue : terus kenapa? *sok serius nanyannya, padahal KEPO,
Mawar : lusa mau sidang...
Gue : (dlm hati msh gak percaya) Sidang apa? Ketauan pura-pura oonnya. #mungkin dalam hati si Mawar, nie orang KEPO apa FUDUL???
Mawar : sidang SKRIPSI !!!
Gue : (dengan nada sedikit rendah dari yang pertama) hah iyaaa??? Sidang skripsi???
Dan nyeseknya pas si Mawar negasin bilang “IYA”...
Gue tau banget dia orangnya JARANG becanda, dan kalopun dia becanda, gue rasa gak ada lucu-lucunya sama sekali.
Ummiiiii, teriak gue gak bersuara, CETAR banget sih nih orang, gue aja belum mulai apa-apa, bahkan nyentuh yang namanya penelitianpun beloman. TERUS gue kapan LULUSNYA??? Huaaa...
Mau nanya ke Pembimbing “Bu kapan saya mulai penelitian” aja belom berani, soalnya prediksi gue 99,9 % gak mungkin salah, paling jawaban pembimbing gue, “proposalnya selesain dulu yak Nak, baru mulai penelitian...” dan disitu gue cuma bisa garuk2 kepala. Hemmm, alangkah lucunya sandiwara ini...
Seketika, ditelinga kanan gue kaya ada yang ngebisikin... “Udah gak apa2 Vie, yang pentingkan ujung-ujungnya LULUS juga, setiap orang punya jalannya masing-masing, mungkin Ovi masih dibutuhin dikampus)
Awal-awal hati gue tenang pada saat itu, tapi akhir-akhir agak mikir juga, “dibutuhin???”
Lo kira gue OB...

Senin, 21 Januari 2013

Micro Teaching


Bismillahirrohanirrohim...
Assalamualaikum wr.wb
Cerpen,  created by Sofia Hanum

Tentang sebuah pengalaman pertamaku...
Pagi itu, tepatnya Sabtu 5 Januari 2013, entah apa yang bisa aku deskripsikan tentang rasa yang aku rasakan kala itu. Gundah, senang, takut, penuh harap tentang sebuah cita yang telah lama menjadi salah satu deretan impian episode kehidupanku, yah bisa menjadi salah satu guru disekolah islami yang cukup bergengsi, tanpa berpikir panjang setelah mendapat informasi ada lowongan mengajar di SDIT Ummul Quro (UQ) bertepat di jln. KH Soleh Iskandar no 1 Parakan Jaya Kec. Kemang Kab. Bogor itu, sebuah alamat yang belum pernah terdengar ditelinga, dan benar-benar tak ada bayangan harus naik angkot apa untuk bisa menuju kesana, sempat terlintas difikiran berharap ada pangeran berkuda yang bisa mengantarkanku kesana.
Singkat cerita, akhirnya akupun telah mendapatkan sedikit gambaran rute menuju tepat tujuan. Hari ini adalah untuk kedua kalinya, karena kemarin, tepatnya hari jumat setelah malamnya mendapatkan info tersebut, aku langsung menghubungi CP yang tertera dihalam SMS itu, dan balasannya adalah untuk aku segera menyerahkan CV (Curiculum Viate). Sedangkan untuk sekarang agendanya micro teaching. Dua kata ini yang telah membuat aku tak karuan, karena memang jujur ini adalah untuk pertama kalinya, meski aku telah satu tahun mengajar di salah satu yayasan, namun entah kenapa di frame telah tercipta bahwa micro teaching adalah sesuatu yang sangat menegangkan, sehingga telah membuatku kurang enak makan, pikiran yang terkuras dengan bayangan yang macam-macam, sampai agenda belajar untuk menyongsong UAS (Ujian Akhir Semester) pada malam hari sebelum hari H, Aku abaikan, berniat unutk fokus latihan, alhasil malah nyenyak tidur.
Perjalanan yang cukup jauh, telah menyeretku untuk bisa mengalokasikan waktu yang lebih agar tidak telat sampai disana. Maklum awalan, tentu ingin diawali dengan sesuatu yang baik pula, salah satunya datang tepat waktu, bahkan diawal waktu. Sarapan pagipun aku tanggalkan pagi itu. Segera aku memberhentikan angkot yang melintas didepan gank kost-kostan. Dan aku adalah penumpang pertama, setelah beberapa meter berjalan, datanglah seorang gadis belia menaiki angkot yang aku tumpangi itu. Terlihat tak mengenakan dengan rambut diikat dengan kunciran berwarna kuning, ditangannya membawa dua buah HP yang sedari awal terlihat dibongkar pasang, entah apa yang terjadi aku tak begitu menghiaraukannya, dengan mengenakan kaos putih bertuliskan hijau lumut, dan menyoren tas kecil bercorak batik. Dan terlihat beberapa tato tergabar ditangan kirinya. Selang beberapa menit, naiklah penumpang ketiga, terlihat berpakaian rapi layaknya mahasiswa, ketika dan giginya mengenakan behel. Sopir pun tak lama kemudian angkat stir. Beberapa meter angkot berjalan, tak sama sekali terlintas dipikiran akan apa yang terjadi, namun gadis yang sedari tadi sibuk mengotak-atik HP yang digenggamnya, tiba-tiba mengeluarkan uang sebesar 3ribu rupiah, lalu menyodorkannya kehadapannku. Aku bingung seketika, muka penuh tanya,terlintas dipikiran “loh, kenapa ngasihnya ke aku? Kalo mau turun, ya kasih ke abang sopirnya dong” tanpa sepatah katapun terucap dari bibirku. Laki-laki yang duduk disebelah gadis belia itu hanya melemparkan senyuman kecil. Dan setelah kejadian itu, munculah kejadian aneh yang lain, gadis itu berbicara sendiri, entah topik apa yang diangkat, aku tak begitu memperhatikannya, karena sedikit rasa takut, akhirnya aku mengalihkan melihat pemandangan keluar. Setelah samapai tujuan sigadis memberhentikan angkotnya, dan ketika kakinya melangkahkan untuk turun,sempat kakiku dia sentuh dengan diiringi kalimat “makasih ya”. Penuh tanya semakin menjadi-jadi, dan laki-laki itu lagi-lagi hanya tersenyum, namun kali ini senyumnya lebih melebar, mungkin sudah dapat menyimpulkan siapa gadis belia yang baru saja turun,tanpa membayar ongkos, dan untungnya sang sopir pahlawan berhati emas, tanpa memaksa untuk membayar ongkosnya. (huff, angkot pertama menuju tempat tujuan telah menggoreskan cerita aneh yang langka).
Selanjutnya, aku menaiki angkot kedua, dan ketiga. Sesampainya ditempat tujuan, terlihat Pamphlet dari kejauhan bertuliskan “ SEKOLAH UMMUL QURO, TKIT, SDIT, SMPIT,SMAIT) tulisan yang didominasi warna hijau itu telah membangkitkan rasa semangatku, dan tentunya ketegangan yang semakin menjadi-jadi, dan telah menghapuskan memori kejadian barusan. Kulangkahkan kaki dengan penuh percaya diri, dan kudatangi pos satpam yang kemarin telah mengantarkanku kesebuah kantor. Kusapa “Assalamualaikum pak” langsung disahut “walkumsalam, ibu yang mau micro teaching ya?” seolah-olah beliau bisa membaca isi hatiku. “iya pak betul” tanpa panjang lebar kemudian aku menuliskna nama didaftar buku tamu, dan pojok pos terlihat seorang wanita yang sedang duduk manis, sepertinya beliau peserta seperti aku, pikirku seketika.dan setelah aku dekati, ternyata benar. Terciptalah perbincangan kecil, info yang aku dapatkan bahwa beliau adalah seorang sarjana lulusan salah satu universitas di Jakarta yang telah mempunyai satu orang anak. Akhirnya waktu yang menegangkan itupun tiba. Sampai diruangan tunggu, karena untuk micro teaching dilakukan diruangan yang berbeda, sehingga kami seolah menunggu antrian sembako. Aku adalah peserta kedua setelah ibu Nita, dan untuk urutan tesnya pun sesuai dengan waktu kehadirannya. Peserta pertama dipanggil keruangan micro teaching yang didalamnya sudah berbaris beberapa guru wanita, mereka seolah murid-murid SD yang mau belajar, dan kami dituntut untuk berakting ria menjadi seorang guru. Selama penantian, aku gelisah, jujur, tak karuan hingga perasaanku kutuliskan disebuah jejaring sosial yang membooming itu “Everything is gonna be oke”. Tak lama, ada beberapa orang yang me-like statusku itu, apakah ‘mereka’ juga sedangkan merasakan hal yang sama, entahlah.. dan terlihat ada satu orang yang berkomentar dengan statement yang menguatkan aku, seolah energi untuk mensuply semangatku yang semakin menciut, yah dia adalah sahabatku yang sedari awal tau moment indah ini. Dia juga yang telah memberikan masukan-masukan, yang membuatku merasa tak sendiri dalam kebingungan. Satu kalimat untuk sahabatku itu “ thank You so much”.
Detik menegangkanpun tiba, kini giliranku, terlihat sudah beberapa peserta yang lain berdatangan. Ku langkahkan kaki menuju ruangan itu, rasanya...(emmm) entahlah, campur-campur seperti keredok pedagang kaki lima. Terlihat didalam sudah duduk beberapa ibu-ibu yang memegang form penilaian. (suasana seketika menjadi tegang) itu karena perasaanku yang terlalu melebih-mlebihkan, sehingga konsep awal, seketika ngeblank. Dan kujalani micro teaching yang berdurasi 30 menit diruangan ‘panas’ itu dengan seadanya yang keluar dari mulut, tangan, kaki dan anggota tubuh yang lainnya. Guru-guru yang pada saat itu berpura-pura menjadi siswa SD luar biasa dahsyat, menguji benar-benar letak kesabaran gurunya hingga dimana, juga ada beberapa ‘pancingan’ yang membuatku gugup mau jawab apa. Beragam tingkah mereka, sampai terlihat sifat asliku tentang ketidaksabaranku, juga tentang dan kejutekannku. Itu semua keluar begitu saja, sampai ada salah satu ‘murid’ yang mengatakan “kok ibu galak sih, awas ya, nanti aku bilangin mamah lho”... (speechlees). Dan ada tingkah yang tak kalah aneh, “ibu-ibu, kok ibu cantik ya? Aku boleh nyanyi gak Bu, you are beautiful, beautiful, beautiful” dan suasana kelas semakin gaduh. Akupun sejenak berusaha meredamkan, namun tak berhasil, jumlah mereka jauh lebih banyak. Dan akhirnya detik menegangkan itupun selesai, sebelum keluar dari ruangan itu, ada beberapa pertanyaan yang terlontar, entah itu menanyakan tentang jurusan, tempat tinggal, pengalam mengajar, dll. Setelah selesai aku segera keluar dari ruangan dengan rasa yang sedikit tak yakin, karena melihat apa yang terjadi. Namun lagi-lagi kutepiskan dengan penyemangat, jika Allah berkehendak, maka apapun akan terjadi, entah tadi ketika tes berantakan atau apa, jikalau Allah mengatakan aku ditakdirkan mengajar disana, tentu takkan ada seorang makhluk manapun yang bisa mengelaknya. Berjalan menuju keruang tunggu, ketika masuk, terlihat beberapa peserta yang baru datang, dan ada dua orang akhwat yang mukanya tak asing lagi, yap ternyata mereka juga berasal dari kampus yang sama denganku, salah satu dari kedua itu bahkan aku kenal namanya. Peserta selanjutnya pun dipanggil, dan aku asyik berbincang-bincang dengan peserta yang lain dengan ditemani satu gelas air putih yang disediakan panitia.
Satu persatu peserta dipanggil,dan akhirnya selesai juga. Setelah sekian lama aku menunggu peserta yang lain, karena memang tak dibolehkan untuk pulang, karena akan diumumkan langsung oleh kepala sekolah siapa peserta yang beruntung masuk ke babak final. Tak lama bu Titin akrab dipanggil, beliau adalah wakasek bagian kurikulum menyuruh kami untuk menunggu dikantor, dan kemudian satu persatu masuk keruangan kepala sekolah untuk diberitahu hasilnya. Seperti awal, aku adalah peserta kedua yang dipanggil, penuh dengan tanya, dan rasa tak sabar, aku segera memasuki ruangan pak Kepsek yang tak jauh dari rungan tunggu. Aku dipersilahkan masuk, kalimat basa-basipun terlontar dari mulut pak Kepsek yang tadi menjadi salah satu ‘murid’ di ruangan icro teaching itu. Setelah kalimat pengantar, aku sudah bisa menyimpulkan hasil yang aku peroleh. Ya pada intinya adalah aku belum bisa bekerjasama disekolah yang menjadi impianku selama ini. Bahasa yang disampaikan sunggu bermakna dalam, namun menggunakan majas yang tak sama sekali ada kalimat yang menyinggung, sehingga tak menambahndaftar kesedihanku detik itu. Dan terucap closing statement dari kepala sekolah yang berkulit agak putih itu “semangat Skripsinya ya Mbak”. Dan kusahut dengan sedikit nada sayu, “iya Pak makasih”. Akupun keluar dari ruangan itu, dari berpamitan dengan peserta yang lainuntuk pulang lebih dulu. Tanpa panjang lebar segera ku pakai sepatu baru bersejarah yang telah setia menunggu. Dengan sedikit rasa kecewa, kucepetkan langkah kaki menuju jalan raya unutk segera pulang. Disepanjang perjalana masih terbayang suasana-suasan itu. Dengan sedikit menenangkan hati terucap dalam hati “ yaudah gak apa-apa, yang penting udah berusaha semaksimal mungkin, kalo toh hasilnya gak sesuai dengan yang diharapkan, mungkin Allah punya rencana lain yang lebih indah, bungan mekar pada waktunya”. Sekian.


NOBAR Film "ATAMBUA 39o Celcius" @Gedung AHN

Hari kemarin, tepatnya tanggal 21 Januari, padahal baru 33 menit tepatnya meninggalkan hari senin itu.
tapi sekarang sudah berganti tanggal dan hari. ya, hari kemarin benar2 mendapatkan sesuatu yg 'baru'. semakin percaya dengan ketetapan-Nya, jadi dimuka bumi ini kita tinggal menjalankan 'peran' yang sudah ada di skenario sang Pencipta. awalnya berniat untuk mengikuti seminar kolokium temen2 departement, namun teman saya yang awalnya saya rayu,  kini berubah peran, Ia yang merayu saya untuk ikut dalam acara NOBAR di gedung AHN (Andi Hakim Nasution). Awal membaca SMS ajakan itu, sempat berfikir lebih dari satu kali, "waah, kan saya niatnya hari ini selesai ngajar, mau mengikuti kolokium, namun dipikir2 ulang...em, sepertinya berat rasanya jika harus menolak ajakan teman saya untuk nonton bareng yang entah film apa sayapun belum tahu pada saat itu, namun terlintas, moment2 seperti ini kan jarang... dan akhirnya kaki ini pun mengikuti isi hati yang tak pernah bohong" (tak ada penyesalan diakhir)
Bersama teman saya, Dewi namanya...akhirnya dengan bermodalkan kenal dengan salah satu panitia acara tersebut, akhirnya kamipun bisa masuktanpa tiket. sempat dipintu masuk kami ditagih tiket oleh panitia, namun karena kebetulan ada teman yang menjadi 'jaminan' itu, akhirnya kami berdua lolos masuk kedalam. waah, memang digedung itu terkesan mewah, dengan desain bangunannya, dan aksesoris yang mempercantik ruangan megah itu. hingga terkadang menambah rasa bangga mengenakan almamater biru kampus IPB tercinta.

***
singkat cerita, ternyata moment ini moment yang luarbiasa, mengapa demikian? karena pemutaran film yang berjudul "ATAMBUA 39o Celcius" ini the first atau untuk pertama kalinya diputarkan disalah satu kampus di Indonesia, dan Alahamdulillah saya termasuk salah satu peserta yang beruntung itu. karena film ini ternyata tak ditayangkan secara bebas, hanya sekitar di 20 tempat pilihan, yang notabenenya disana banyak berdiri kamu intelektual kata sutradara ternama ini Mira Lesmana bersama saudara kembarnya Mas Riri ketika berdialog dengan audiens diruangan tersebut. selain itu, film ini juga syarat akan makna, jujur, meski saya tak begitu faham dengan alur ceritanya, namun ketika mendekati ending, ternyata Film ini berkisah tentang "konstruksi sosial masyarakat Atambua, kota kabupaten di NTT setelah 13 tahun referendum. Sekitar 80 persen penduduk Atambua merupakan pengungsi asal Timor Timur setelah lepas dari Indonesia pada 1999 lalu. Identitas mereka terbelah." (KOMPAS).

Sabtu, 05 Januari 2013

Apa aja deh...

Sudah lama rasanya tak menampakan batang hidung di blogku tercinta...
satu tahun yang lalu tepatnya 10 Desember terakhir menggoreskan pena-pena itu.
banyak sekali curhatan yang ingin disampaikan, pengalaman, dan cerita-cerita menarik lainnya.
tapi gak sekarang yaaa, soalnya mau ujian nih, nanti gak fokus lagi. nanti aja ya insyaAllah kalo UAS sudah berakhir, maka aksi akan terlihat. salam sayang buat semua.